Fitur kesehatan mata pengaruhi keputusan beli laptop

Saat ini setiap orang pasti tak luput dari penggunaan gadget atau laptop. Terlebih lagi dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Penggunaan gadget atau laptop ini seringkali mengganggu kesehatan mata, seperti mata yang sering lelah.

Hal ini dikarenakan, ketika Anda berfokus pada satu objek secara terus-menerus dalam kurun waktu yang lama akan memeberikan dampak buruk pada otot mata Anda, sehingga dapat merusak penglihatan mata. Terutama apabila Anda menatap lama layar laptop dengan paparan sinar yang dapat merusak kesehatan.

Sesuai dengan permasalahan yang ada, salah satu perusahaan yang memproduksi beberapa perangkat komputer ini menemukan sesuatu yang baru. ASUS Indonesia telah menemukan suatu fitur yang dapat menjadi pengaruh besar bagi konsumen dalam membeli produk dengan paparan sinar yang bahaya, khususnya laptop.

Fitur yang ditemukan tersebut adalah fitur kesehatan mata. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh ASUS Tecnology Indonesia dan Detik Network, setiap konsumen di Indonesia kini menjadi semakin menyadari bahwa pengaruh kesehatan di berbagai kehidupan sangatlah penting, salah satunya ketika membeli laptop. 

RajaBackLink.com

Faktor kesehatan yang menjadi pertimbangan penting adalah faktor kesehatan mata yang terutama dipicu oleh adanya tren home office serta beberapa pekerjaan campuran di dalam dan diluar jaringan. Saat Indonesia dilanda pandemi virus Covid-19, jumlah masyarakat yang bekerja dan melakukan sesuatu di depan layar komputer atau laptop semakin tinggi.

Selain itu, ASUS juga melakukan penelitian yang diajukan kepada total 500 responden. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa sebesar 47,3 persen masyarakat di Indonesia biasanya duduk dan menggunakan laptop selama kurang lebih lima hingga tujuh jam lamanya.

Lalu sekarang masyarakat yang menggunakan laptop pun menjadi lebih meningkat. Bahkan, telah banyak konsumen yang memperhatikan bagaimana efek yang dihasilkan oleh cahaya biru dari layar laptop atau perangkat yang biasa mereka gunakan sehari-hari.

Apabila dilihat, hasil suvei keseluruhan menyatakan bahwa total 66,5 persen paparan cahaya biru yang dihasilkan oleh laptop menjadi salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi beberapa orang untuk membeli laptop tersebut atau tidak.

Perangkat tersebut hingga saat ini dianggap sebagai salah satu penyumbang paparan cahaya biru. Spektrum cahaya biru yang dihasilkan tersebut dapat digunakan untuk saturasi warna serta akurasinya.

Tetapi ternyata, tak semua spektrum cahaya biru ini dapat memiliki efek atau pengaruh yang sama terhadap mata setiap orang. Dengan adanya perbedaan tersebut, para pembuat gadget memanfaatkan situasi yang ada dengan cara memproduksi fitur kesehatan mata.

Fitur kesehatan mata yang diproduksi oleh ASUS OLED ini yaitu ASUS Teknologi Perawatan Mata Eye Care. Fitur ini dibuat berdasarkan kombinasi antara dua teknologi sekaligus. Teknologi tersebut yaitu teknologi Bebas Flickering atau Flicker Free dan juga Low Blue Light.

Fitur rancangan ASUS ini dapat membantu para penggunanya dalam mengurangi efek samping dari laptop yang dapat membuat mata menjadi lelah. Selain itu, Eye Care juga dirancang untuk membantu para konsumen dalam mencegah CVS atau Computer Vision Syndrome dimana ini merupakan sindrom gangguan mata yang diakibatkan oleh aktivitas pada gadget. 

Berdasarkan survei yang dilakukan bersama, ASUS kini telah menemukan salah satu fitur yang dapat menjaga kesehatan mata konsumennya. Survei ini dilakukan terhadap 68,1 persen orang yang tengah menggunakan laptop selama kurang lebih 10 jam setiap harinya.

Fitur kesehatan mata Eye Care ini dapat membantu konsumen untuk mengurangi eksposur layar terhadap cahaya biru yang dihasilkan hingga 70 persen. Apabila dilihat secara luas, fungsi filter cahaya biru yang digunakan tersebut dapat memengaruhi akurasi warna, dimana akurasi warna tersebut dapat berpengaruh terhadap kualitas visual produk.