Mengenal Shopee Paylater: Biaya Cicilan, Bunga, dan Dendanya

Mengenal Shopee Paylater: Biaya Cicilan, Bunga, dan Dendanya – PT Shopee merupakan perusahaan yang bergerak dibidang website dan aplikasi e-commerce secara online. Shopee merupakan e-commerce yang menawarkan berbagai produk barang yang ditawarkan seperti pakaian wanita, pakaian pria, barang elektronik, alat rumah tangga dan kebutuhan olahraga.

Shopee ikut meramaikan pasar Indonesia pada akhir bulan Mei 2015 dan mulai beroperasi sejak Juni 2015. Shopee merupakan sebuah anak perusahaan dari Garena yang berbasis di Singapura. Meningkatnya penetrasi pengguna gadget membuat PT Shopee Internasional Indonesia melihat peluang baru di dunia e-commerceKini Shopee telah menyebar di berbagai Negara di Kawasan Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Filiphina, dan Indonesia.

Fitur paylater dari Shopee adalah fitus yang memberikan pinjaman pada pelanggan. Tidak main-main, fitur ini diawasi secara langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kehadiran paylater memberikan kesempatan bagi konsumen untuk mendapatkan barang terlebih dahulu. Sementara pembayaran shopee paylater dapat dilakukan setelahnya. Lantas, bagaimana cara kerja lengkap paylater?

Biaya, Cicilan & Bunga

Berbeda dengan dompet digital yang bisa digunakan untuk menyimpan uang, Shopee Paylater memberikan pinjaman kepada pembeli yag bertransaksi lewat Shopee. Jumlah pinjaman berikut akumulasi terhadap bunganya harus dikembalikan sesuai dengan tenggat cicilan yang dipilih.

Shopee Paylater memiliki sistem waktu cicilan yakni tiga bulan, enam bulan, dan satu tahun. Biaya cicilan Shopee Paylater terdiri dari cicilan pokok dan suku bunganya sebesar minimal 2,95 persen per bulan untuk program Beli Sekarang Bayar Nanti. Di samping itu ada pula biaya penanganan sebesar satu persen dari total pembelian.

Sebagai contoh apabila kamu membeli barang seharga Rp100.000 yang akan dibayar lewat sistem Shopee Paylater satu bulan maka kamu harus membayar Rp103.950. Biaya itu terdiri dari utang pokok Rp100.000, bunga 2,95 persen atau Rp2.950. dan biaya penanganan Rp1.000.

Bunga hanya 1 % tapi denda keterlambatan 5 %

Persentase bunga yang dibebankan memang tergolong sangat rendah dibanding dengan kredit lain. Namun, harus diingat bahwa persentase dendanya jauh lebih besar dari bunga yaitu 5 % dari jumlah tagihan keterlambatan. Memang sih dimana-mana, perusahaan kredit menetapkan denda tinggi untuk menekan agar tidak terjadinya kredit macet. Jumlah denda yang jauh lebih besar dari bunga ini bertujuan mendorong agar pengguna jangan sampai terlambat, bayar secara rutin. 

Namun, bagi mereka yang mengalami kendala tertentu diluar kehendaknya sehingga belum bisa membayar, maka jumlah tunggakan akan semakin membesar. Misalnya tadi sesuai dengan limit saya yang Rp.6.000.000, bunga yang dikenakan jika saya gunakan semua untuk transaksi adalah Rp.60.000. Termasuk murah. 

Kasus menjadi tampak berbeda jika saya sudah membayar angsuran pertama dan kedua masing-masing Rp.2.000.000 dan terlambat membayar sisa (angsuran ketiga), maka saya akan dikenakan denda 5 % dari Rp.2.000.000 yaitu Rp.100.000. Maka total tagihan saya menjadi Rp.2.100.000. Jumlah denda semakin besar kalau seadainya terlambat membayar tidak hanya sekali. Maka, kalikan saja berapa denda yang harus kamu bayarkan. 

Kalau tidak munggunakan semua limit yang diberikan atau digunakan hanya beberapa ratus ribu saja, maka jumlah bunga dan denda akan terlihat jauh lebih kecil. Ini berbanding lurus dengan nominal pinjaman. Nah, catatan dari ShopeePayLater, keterlambatan pembayaran yang dikenakan denda 5 % dari total tagihan tersebut akan otomatis tercermin pada tagihan dan harus segera dibayar bersama dengan rincian tagihan bulan berjalan.

Dampak Keterlambatan Pembayaran

Saat anda tidak melakukan pembayaran dengan segera, terdapat beberapa dampak yang akan dirasakan.

  1. Pembekuan akun shopee. Akun shopee yang dinilai tidak melakukan pembayaran dalam waktu tertentu, akan dibekukan akunnya.
  2. Pemilik akun akan dikenakan denda sebesar 5% dari total tagihan yang dimiliki. Namun perhitungannya disesuaikan dengan waktu keterlambatan.
  3. Akun pemilik akan tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan OJK. Bila anda tercatat dalam OJK, maka proses pinjam meminjam di tempat lain akan sulit dilakukan.

Dampak terburuk yang akan terjadi adalah adanya penagihan lapangan. Pelanggan akan didatangi kediamannya, untuk diminta melakukan pembayaran sesegera mungkin.

Peringkat kredit di SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) OJK akan catat buruk sehingga bisa mempersulit untuk mendapatkan pembiayaan dari bank atau perusahaan lain. Kamu akan menghadapi penagihan di lapangan yang dilakukan oleh debt collector.

Walau akses berbelanja kian mudah pembeli tetap dituntut bijak dalam menggunakan Shopee Paylater. Pastikan kamu punya kapasitas untuk membayar sebelum memutuskan berutang di Shopee Paylater.